Terimakasih sudah berkunjung ke blog-ku. Sekedar info kali aja ada yang lagi bingung cari hadiah buat ultah, wisuda, atau anniversary buat kesayangan kalian. Aku nyediain jasa pembuatan ilustrasi wajah. Harga mulai dari 30ribu, klik aja link yang ada di postingan ini. ^^ Sekian dan terimakasih.

Saturday, 8 December 2018

GOD'S MIRACLE: I GOT A NEW JOB!

Do you believe in God's miracles?

Anyway, this post gonna be another long story. Yap! Baru aja beberapa hari lalu update betapa lelah hidupku menjalani rutinitas sibuk interview tapi ndak kerja-kerja (T.T)9 Akhirnya pagi tadi aku dapet panggilan dari tempat interview terakhir dan...
 

JESUS FUCKIN CHRIS! FINALLY, I GOT A NEW JOB!

Kok ya bisa pas aku lagi ada niat bangun pagi dan lagi asyik mainin hape? Mungkinkah ini sudah termasuk rencana dari Tuhan? Believe it or not, aku berulang kali hampir melewatkan kesempatan untuk dapat pekerjaan ini karena hampir salah ambil keputusan beberapa kali.

Sebelumnya, tempat kerja yang baru ini bergerak dibidang percetakan...dan ini udah ketiga kalinya kerja di percetakan, nambah sekali lagi bisalah dapet pacar cantik? ^^ Aku tau tempat kerja yang baru ini udah dari tahun lalu, berhubung tempat kerja pertamaku kalo dapet orderan cetak media kertas selalu dilempar ke tempat ini. (More of the story I'll tell you about my previous job and the reason I resigned in the next post.)

Jadi aku langsung jatuh cinta sama tempat ini karena bernuansa warna ijo, mulai dari cat dinding sampai seragam yang mereka gunakan semuanya ijo. Iya, se-simple itu sodara-sodari. Akupun kepikiran pingin kerja ditempat ini jika resign dari tempat kerja pertamaku. Tapi waktu itu aku dapet info kalo disana cuma nerima cewek-cewek aja buat bagian front office dan emang ndak pernah lihat mereka posting lowongan kerja via sosial media. Jadilah aku mengurungkan niatku buat melamar kerja disana.

Setelah resign dari tempat kerja kedua, rutinitasku adalah bangun tidur, mencari kerja via Facebook, hingga suatu hari aku menemukan tempat ini posting lowongan kerja diposisi Customer Service dan Admin dengan persyaratan yang sederhana dan tanpa batas usia maupun jenis kelamin auto banyak peminat dong dilihat dari jumlah komentarnya. Karena aku bukan tipe netizen yang keterangan udah jelas tapi masih aja ditanyain jadi tanpa pikir panjang dan pasrah aja tanggal 25 November aku kirim lamaran via email.

Eh tapi aku berterima kasih kepada salah satu netizen yang tanya apa lamarannya bisa dikirim via email atau ndak karena emang dilowongannya ndak tertera alamat email, kalo dia ndak tanya aku mungkin ndak bakal keterima kerja disini. Aku termasuk golongan yang males kirim lamaran kerja langsung ke tempat apalagi walk-interview, aku sudah terlalu miskin untuk harus nge-print lamaran + portfolio, fotocopy berkas, beli amplop coklat, boros bensin dan bayar parkir guna hal yang belum pasti membuahkan hasil(kepanggil interview) jadi untung aja bisa kirim lamaran via email kalo ndak yasudah skip aja. Hampir salah ambil keputusan yang pertama.

Karena banyak peminat akupun ndak terlalu berharap sih kepanggil buat interview aja aku bersyukur, disisi lain ntah kenapa aku punya feeling semisal kepanggil kayaknya berbekal pengalaman kerja sebelumnya aku bisalah keterima ditempat ini. Yap, pede sekali si bangsat satu ini.

Hari demi hari berlalu, belum ada panggilan hingga aku mulai hopeless, apalagi setelah interview yang ketiga kalinya tidak membuahkan hasil. Tanggal 30 November aku dapat panggilan interview, tapi bukan dari tempat ini. Melainkan dari sebuah hotel. Oh iya, si bangsat ini tanpa ada pengalaman dengan nekat dan pedenya melamar didunia perhotelan. Eh tapi kepanggil dong. Besoknya tanggal 1 Desember tempat ini baru ngasih panggilan...sebanyak 4kali tapi....ndak keangkat karena aku ketiduran hahaha.

Seketika hari itu aku perang batin. Aku bingung mau telepon balik tapi ndak punya pulsa hahaha lagi miskin akutu. Udah mengincar dari tahun lalu, giliran dapet panggilan interview malah ndak keangkat, apa mungkin pertanda ndak jodoh kerja dipercetakan lagi? Pikirku saat itu. Mikir keras kemudian iseng searching di Google ternyata ada nomor Whatsapp. Jadilah aku memberanikan diri konfirmasi via Whatsapp apa benar panggilan telepon sebelumnya berkaitan dengan interview, dan jawabannya iya. Semisal hari itu aku cuek dan pasrah dengan pikiran "mungkin ndak jodoh" kayaknya aku bakal nganggur lebih lama. Hampir salah ambil keputusan yang kedua.

Setelah kepanggil interview ternyata masih harus perang batin lagi pemirsaaaa! Jadwal interview bentrok sama yang panggilan dari hotel, mana jamnya juga mepet. Keduanya sama-sama hari Senin tanggal 3 Desember, yang hotel jam 10.00 sedangkan yang percetakan 09.30 seketika aku merasa dilema gini ya rasanya jadi pengangguran yang diperebutkan hahaha.

Tanggal 2 Desember sungguh hari yang berat aku merasa jadi manusia paling tidak berpendirian. Sel otak ku bergejolak semua.

1. Aku pingin ngerasain kerja dibidang perhotelan, ini bakal jadi pengalaman baru dan batu loncatan. Tapi dengan non-pengalaman nampaknya aku terlalu nekat. Peluang keterima juga bakal kecil.

2. Kalo dipercetakan... Kalian bisa baca dipostingan awal bulan, disana aku nulis sebenernya udah jenuh kerja di percetakan apalagi jadi bagian Desain. Untungnya ditempat kali ini aku hanya bertugas melayani pelanggan yang sudah punya file siap cetak. Jadi tinggal duduk manis tanpa mikir keras ^^ Belum lagi udah punya pengalaman juga, karena sudah mengincar dari tahun lalu aku udah tau garis besar tugasku bakal kayak gimana. Nampaknya tugasnya hampir sama persis dengan tempat kerja kedua ku.
Oke karena percetakan ini yang ngasih panggilan kedua jadilah aku coba chat via WA apa interview-nya bisa di-reschedule...dan jawabannya adalah "Interview hanya hari senin saja. Jika ada interview selanjutnya akan dihubungi lagi. Terimakasih". Akupun dengan songongnya berkata dalam hati "Oke fine! Dimana-mana yang pertama harusnya jadi prioritas, jadi aku dateng yang dihotel ajalah. Toh mungkin ini pertanda aku ndak jodoh dengan dunia percetakan lagi."

Malampun tiba, aku semakin gelisah dan bimbang. Akhirnya tengah malam sebelum tidur aku berdoa minta petunjuk. Semoga pilihan ku untuk interview di hotel ini adalah yang paling tepat. And... You know what? God answer it immediately through my dream. Yakali tidur belum ada sejam aku langsung mimpi: Lagi sepeda motoran, ditengah perjalanan mendadak ada kabut mengelilingi, aku panik dong mau maju atau mundur takut ketabrak, pandangan jadi putih keabu-abuan nafas makin pendek, dan seketika aku kebangun.

Aku sih mikirnya itu pasti jawaban dari Tuhan yang mau ngasih tau "Hai bangsat. Jangan bertingkah mau kerja di hotel kalo ndak pingin nganggur lebih lama! Udah coba yang dipercetakan aja toh lebih cocok sama keinginan dan pengalamanmu." Akhirnya pilihanku berubah dengan main aman ikut interview di percetakan. Tapi aku juga mencoba menghubungi hotel tersebut via email untuk reschedule ya sapa tau aja bisa. Hampir salah ambil keputusan yang ketiga.
Tanggal 3 Desember, jam 9.00 belum ada balasan email dari hotel tersebut akupun langsung berangkat ke percetakan. Setibanya ditempat mendadak grogi dong, masuk ruangan ternyata sudah ada 3 kandidat lainnya... Iya, ternyata aku dateng paling terakhir, padahal itu masih belum jam 9.30 respect! Ada 2 cewek dan 1 cowok, aku memilih duduk sebangku sama kandidat cowok, kemudian dia ngajak ngobrol. You know ketika kamu pribadi yang cuek ketemu dengan orang yang kelewat ramah dan sopan, maka obrolan ini berasa sekali basa-basinya more of story ternyata dia ngelamar bagian admin. Untung bukan saingan, sempat minder dong aku kalo saingan. Dia udah sopan, ramah, mana pakaiannya rapi amat macem mau kerja di kantoran. Meanwhile, aku dengan malah pake batik, celana skinny jeans itupun masih didukung dengan bitchy face-ku yang senyum kecil aja malah bikin orang kezel. Untuk 2 kandidat cewek aku ndak tau mereka ngelamar bagian apa.

Akhirnya interview dimulai kandidat cowok itu yang pertama dateng, buset lama juga ternyata interview-nya adakali 15-25menitan/orang. Kemudian, kandidat kedua mulai masuk ruang interview. Si kandidat cowok yang ramahnya level dewa Zeus inipun langsung pamitan sama menggengam tanganku dan memberi semangat. Gawd. Tolong ajari aku jadi manusi seperti itu (._.)

Terhitung hampir satu jam antri, akupun tak kuasa menahan hasrat kebelet pipis. Ya tuhan, kenapa sih ini titit sering kebelet dimoment yang tidak tepat?! Mencoba menahan tapi aku tak kuasa, mau numpang toilet tapi kayaknya toiletnya cuma buat karyawan. Sampai akhirnya kandidat ketiga masuk ruang interview, akupun memberanikan diri untuk ijin keluar sebentar ke pom bensin terdekat guna numpang toilet. Pipis udah, balik ke tempat ternyata pas banget udah giliranku buat interview.

Masuk ruang interview, nampaknya aku ini interview langsung Bos-nya lansung. Sesi tanya jawabpun dimulai isinya kurang lebih sama seperti postingan sebelum ini. Melihat dari caraku menjawab pertanyaan yang diberikan, aku aja kezel sama diri sendiri kenapa sih aku kok jadi belibet dan keliatan goblo banget, apalagi yang nge-interview. Mental down, hopeless lagi dong, ketambahan lagi saat sesi interview ada hal terpenting yang tidak dibahas oleh Bosnya yang membuatku semakin yakin kalau aku bakal ndak keterima yaitu beliau tidak membahas masalah gaji.

Ya kan biasanya gaji selalu jadi poin utama semisal aku termasuk kandidat yang keterima. Jadi si HRD/Bos tau aku bersedia atau ndak kerja dengan gajian yang diberikan. Karena ndak ada pembahasan akupun gengsi dong mau tanya "Disini gajinya berapa ya Pak/Bu?" kalo dibales "Hai bangsat. Emang kamu yakin bakal kita terima kerja disini, apa hak kamu menanyakan gaji?" jadi ya sudah seusai interview aku langsung keluar ruangan.

Sepulangnya, aku langsung rebahan dikasur. Karena sudah lelah mendapat ucapan "Nanti kami kabari lagi ya." yang berakhir tak ada kabar akupun berpikir kayak interview kali ini yang terakhir deh. Minggu depan lagi aja cari kerjanya, mau istirahat sambil menenangkan pikiran dan mengumpul kembali semangat cari kerja.

Kemudian munculah undangan interview untuk bagian Content Writer buat tanggal 4 Desember yang mana adalah besoknya. Aku yang sudah lelah ini hanya membaca pesan tersebut tanpa respon. I've enough with this shit. Tepat tanggal 4 ada email balasan masuk dari hotel sebelumnya yang nyuruh dateng interview hari itu juga jam 10.00 dan lagi-lagi aku tidak memberi respon. Sehari ini aku melewatkan 2 kesempatan interview. Ya namanya juga udah kehilangan semangat. Hari demi hari berlalu kegiatanku cuma mainin hape sambil ngumpulin lowongan kerja dan kirim lamaran hari Kamis biar kalo ada panggilan interview hari Jumat/Sabtu bisa disuruh dateng Senin minggu depan. Apa daya hari Jumat tidak ada panggilan interview sama sekali. Akupun langsung berpikir, kayaknya bakal makin lama ini aku nganggur.

Sabtu, tanggal 8 Desember entah kesamber apa mendadak aku bangun pagi. Pukul 8.30 ada panggilan masuk dilihat dari nomornya ini adalah nomor percetakan tempat interview terakhir. Dalam hati FINAL-FUCKIN-LY! Aku angkat panggilan ini dengan suara serak habis bangun tidur dan pikiran yang setengah sadar yang isi obrolannya: Aku keterima kerja dan bisa mulai masuk hari Senin depan. Aku langsung bersyukur tidak membuang tenaga untuk memaksakan diri ikut 2 interview yang bentrok lagi. Cukup sekali aja.

Terimakasih Tuhan atas petunjuknya ternyata aku tidak salah ambil keputusan. Kali ini rasanya aku diberi keberuntungan lebih sama Tuhan, secara waktu masuk ruang interview di meja Bos-nya ada banyak tumpukan berkas lamaran, bahkan ada yang surat lamarannya ditulis tangan, sedangkan aku keterima dengan modal kirim lamaran via email.

Semoga aja aku bisa cepat beradaptasi dan bertahan lama ditempat kerja baru ini, lebih tepatnya semisal mau resign-pun harus sesuai prosedur. Aku memasang target bisa kerja ditempat baru ini minimal bertahan sampai 1 tahun. Kalau bisa lebih ya syukurlah.

Kemudian aku baru sadar dong belum tau gajiku berapa? Hahaha. Semoga aja sebelum mulai kerja aku diberi serah terima kontrak kerja dulu. Tapi aku berharap bisa dapet gaji lebih baik dari tempat sebelumnya atleast samalah besar nominalnya.

Akhirnya aku bisa merasakan 8 jam kerja dan libur tiap tanggal merah. Walaupun masih kerja sistem shift, I think I'm fine with that. Aku makin ndak sabar ketemu hari Senin, akhirnya resmi mengakhiri status pengangguran, bertemu rekan kerja baru, rutinitas baru, I hope everything is going well for me this time!

No comments:

Post a Comment